Liputan - kabarbolo, Napak tilas Isyaroh pendirian Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar dengan cara berjalan kaki dari Kabupaten Bangkalan hingga Kabupaten Jombang dilaksanakan pada hari ini, Minggu (4/1/2025).
Kegiatan longmarch ini diikuti 1.000 jemaah dari berbagai kalangan.
Salah satu peserta, Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim mengatakan bahwa dia turut mengikuti kegiatan longmarch bersama seribu peserta lainnya.
Menurut dia, longmarch ini dilakukan untuk turut mengenang atau napak tilas pendirian NU yang hingga kini terus menjadi salah satu pemersatu negara.
"Di sini kita bisa mengetahui sejarah peradaban dunia, meneguhkan pendirian jam'iyah NU yang sudah kita tahu manfaat jadi pemersatu di negara Republik Indonesia," ujar Abdul Halim.
Alumni Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi'iyah (IKSASS) sekaligus Dewan Penasehat IKSASS Surabaya ini mengatakan, kegiatan napak tilas itu diikuti oleh seribu peserta dari berbagai penjuru. Seluruh peserta akan berjalan kaki dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil menuju Pelabuhan Kamal.
"Di sana nanti setelah tiba di Pelabuhan Perak lalu ke Makam Sunan Ampel," katanya.
Perjalanan akan diteruskan menuju kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) pertama di Surabaya. Setelah itu, menuju stasiun Gubeng dan menuju ke Jombang.
"Nanti tujuan akhirnya di Ponpes (Pondok Pesantren) Tebu Ireng, Jombang," ujar Abdul Halim.
Pejabat Turut Serta, Peserta Dibatasi
Sementara itu, Cicit Syaikhona Kholil, KH Imam Buchori mengatakan bahwa pihaknya membatasi kegiatan itu hanya 1.000 orang.
Sebab, menurut dia, jumlah peserta akan membeludak jika tidak dibatasi.
"Kami batasi hanya 1.000 peserta supaya bisa terkontrol. Karena kalau tidak dibatasi akan datang lebih banyak lagi dari berbagai penjuru," katanya.
Selain diikuti 1.000 peserta, longmarch juga diikuti oleh seluruh keluarga besar Bani Kholil.
Dari pantauan di lapangan pejabat turut ikut kegiatan napak tilas ini. Di antaranya, Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf; Bupati Situbondo, Yusuf Rio Prayogo; Bupati Bangkalan, Lukman Hakim; Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja'far; Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim dan masih banyak lagi. (*)