Informasi, kabarbolo - GIDR masih aktif diperdagangkan di bursa kripto domestik, termasuk Indodax dan platform kompatibel lainnya yang mendukung token ini.
Data harga terbaru menunjukkan GIDR diperdagangkan sekitar Rp2,15 juta per unit (sekitar $128–$130 per GIDR) dengan kapitalisasi pasar kecil dan volume perdagangan yang rendah.
Tren harga GIDR relatif stabil mengikuti nilai emas, namun volatilitas tetap ada karena likuiditas di pasar kripto masih terbatas.
Karakteristik Utama GIDR
GIDR adalah stablecoin yang didukung emas fisik (1 GIDR ≈ 1 gram emas) yang disimpan oleh mitra terpercaya.
Proyek ini tetap memposisikan dirinya sebagai Real-World Asset (RWA) yang memudahkan investasi emas dalam bentuk digital 24/7 tanpa batasan geografis.
Perkembangan Produk & Roadmap
Walaupun belum ada pengumuman besar di 2026, informasi dari whitepaper mencatat rencana fitur yang mungkin diluncurkan di masa depan seperti:
*. GIDR Pawn (pinjaman menggunakan GIDR sebagai jaminan)
*. Lelang Emas Digital berbasis NFT
*. Staking / yield dari kepemilikan GIDR
Fitur-fitur ini masih dalam tahap pengembangan atau perencanaan, belum dirilis secara luas pada awal 2026.
Prediksi Harga 2026
Beberapa layanan prediksi pasar mengestimasi harga GIDR bertumbuh moderat sepanjang 2026, dengan proyeksi rata-rata naik tahunan meskipun tidak terlalu agresif (misalnya sekitar $130–$150 dalam beberapa skenario). Prediksi harga bukan jaminan hasil investasi — nilai GIDR tetap dipengaruhi oleh harga emas global dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
Evaluasi Singkat
Hal yang sudah terlihat di 2026:
1. GIDR masih tersedia di pasar kripto dan diperdagangkan secara aktif.
2. Harga bergerak stabil mengikuti emas, namun volume perdagangan relatif rendah, yang bisa mempengaruhi likuiditas.
3. Rencana fitur lanjutan seperti pawn, staking, dan lelang masih belum terealisasi penuh dan menjadi faktor penting untuk perkembangan selanjutnya.
Faktor yang patut diperhatikan investor:
1. Regulasi aset kripto di Indonesia terus berkembang (mis. pajak dan status OJK/BAPPEBTI), yang bisa memengaruhi adopsi GIDR.
2. Prakteknya, stablecoin emas seperti GIDR masih baru di pasar Indonesia sehingga risiko pasar / likuiditas tetap ada.
Berikut Sisi karakteristik, kelebihan, kekurangan, serta cocok untuk profil investor mana.
Jenis: Stablecoin kripto berbasis emas.
Setiap 1 GIDR ≈ 1 gram emas fisik yang disimpan di kustodian (mis. Pegadaian) dan bisa diperdagangkan di bursa kripto.
Kelebihan:
Stabilitas harga relatif lebih baik dibanding kripto biasa karena didukung emas.
Fleksibel & digital: dapat dibeli, dijual, atau ditransfer 24/7. Pembelian fraksional: bisa mulai dari jumlah kecil (mikro gram emas). Potensi penukaran ke emas fisik (dengan proses tertentu).
Kekurangan:
Likuiditas rendah: volume perdagangan cenderung kecil dibanding aset kripto utama.
Masih ada risiko industri kripto: proyek, regulasi, dan custodian emas.
Tidak benar-benar stabil seperti uang fiat — nilainya tetap mengikuti harga emas pasar.
Cocok untuk: investor yang ingin emas digital dengan kemudahan blockchain dan potensi diversifikasi portofolio. (*)
Dirangkai dari berbagai sumber terpercaya.