Dari Jalanan ke Istana: Perjalanan Said Iqbal Menuju Kabinet Merah Putih
Selama puluhan tahun ia memimpin demonstrasi dari luar gerbang kekuasaan. Kini, sinyal dari Istana Kepresidenan membuka kemungkinan yang belum pernah ada sebelumnya.
Said Iqbal, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI. Foto: Antara
Jakarta — Selama puluhan tahun, Said Iqbal dikenal sebagai suara lantang kaum buruh. Ia berdiri di depan barisan demonstran, memimpin aksi, dan menggedor pintu kekuasaan dari luar. Kini, pintu itu tampak mulai terbuka dari dalam.
Sinyal mengejutkan datang dari Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026). Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, mengonfirmasi bahwa nama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh itu tengah dipertimbangkan untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih.
Meski belum merinci jabatan yang akan diberikan, Mensesneg memberi petunjuk yang cukup terang. Posisi yang kemungkinan akan diemban Said Iqbal berkaitan langsung dengan apa yang selama ini menjadi medan perjuangannya.
Pernyataan itu seolah menjadi pengakuan bahwa rekam jejak panjang Said Iqbal di dunia perburuhan bukan hanya dipandang sebagai ancaman oleh pemerintah, melainkan juga sebagai modal yang berharga.
Namun demikian, Prasetyo menahan diri untuk tidak berlebihan. Ia menegaskan pembahasan masih berlangsung dan meminta publik bersabar. "Tunggu, masih didiskusikan ya," ucapnya.
Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah soal waktu. Pada hari yang sama, Prasetyo mengungkapkan bahwa Senin (8/6/2026) mendatang akan ada agenda pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, sekaligus penyerahan surat kepercayaan sejumlah duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepadatan agenda itu mendorong spekulasi: apakah Said Iqbal akan turut dilantik di hari yang sama?
Prasetyo enggan merespons. "Tunggu informasi," pungkasnya.
Bagi jutaan buruh di Indonesia, kabar ini tentu bukan sekadar rotasi kabinet biasa. Ini adalah pertanyaan besar yang menggantung di udara:
Sumber: Suara Surabaya / Antara — Laporan Billy Patoppoi, 5 Juni 2026